Warga dan pengunjung Jakarta memiliki sejumlah pilihan kegiatan akhir pekan melalui rangkaian pameran yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Agenda tersebut mengangkat tema beragam, mulai dari flora dan fauna, pertemuan budaya, sejarah perjalanan haji, hingga permainan tradisional Betawi.
Informasi mengenai rekomendasi kegiatan itu disampaikan melalui laman Instagram resmi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta. Beberapa pameran berlangsung hingga akhir September, sedangkan lainnya dapat dikunjungi sampai penghujung tahun atau awal 2027.
Flona 2026 di Lapangan Banteng
Pameran Pertamanan, Flora dan Fauna atau Flona 2026 digelar di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, mulai 28 Agustus hingga 27 September 2026.
Tahun ini, Flona mengusung konsep Ekoregion Nusantara. Area pameran dibagi menjadi enam zona yang merepresentasikan Sumatera, Jawa dan Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku, serta Papua.
Masing-masing zona menampilkan kekayaan flora, fauna, sejarah, keanekaragaman hayati, dan kearifan lokal dari berbagai wilayah Indonesia. Konsep tersebut membuat pameran tidak hanya berfokus pada tanaman dan satwa, tetapi juga memperkenalkan keragaman ekologi serta budaya Nusantara.
Pameran tentang Makau dan Jalur Sutra Maritim
Museum Tekstil Jakarta menjadi lokasi pameran “Kemilau Laut Cermin: Simfoni Peradaban Makau di Jalur Sutra Maritim”. Pameran ini berlangsung hingga 27 September 2026.
Materi pameran mengangkat posisi Makau sebagai titik temu peradaban Tiongkok, Barat, dan Nusantara sejak abad ke-16. Kisah pertemuan tersebut disajikan melalui koleksi dan materi visual yang mendokumentasikan dialog antarbudaya.
Pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan yang berkaitan dengan narasi itu, termasuk arsitektur, porselen bersejarah, dan perkembangan seni pertunjukan.
Menelusuri sejarah perjalanan haji
Pameran “Dari Batavia ke Baitullah: Memori Haji Masa Silam” berlangsung di Museum Arkeologi Onrust, Pulau Onrust, Kepulauan Seribu. Agenda ini dibuka sejak 20 Agustus 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 1 Januari 2027.
Pameran tersebut mengangkat pengalaman perjalanan haji pada masa lalu, ketika laut menjadi jalur utama menuju Tanah Suci. Kisah yang disajikan mencakup perjalanan menggunakan kapal, peran pelabuhan, serta pengalaman manusia Nusantara yang menempuh rute panjang tersebut.
Melalui tema “Dari Batavia ke Baitullah: Menelusuri Jejak Perjalanan Haji Nusantara ketika Laut Menjadi Jalan Menuju Tanah Suci”, pengunjung diajak melihat ibadah haji dalam konteks yang lebih luas. Selain perjalanan spiritual, haji juga dipaparkan sebagai bagian dari sejarah maritim, perjumpaan budaya, dan jejaring pengetahuan yang menghubungkan Nusantara dengan berbagai kawasan dunia.
Menghidupkan kembali permainan tradisional
Pilihan lain tersedia di Museum Betawi, Setu Babakan, Jakarta Selatan, melalui Pameran Temporer bertema “Maen”. Pameran ini berlangsung dari 14 Agustus hingga 31 Desember 2026.
“Maen” mengajak pengunjung bernostalgia sekaligus mengenal kembali permainan tradisional kepada generasi masa kini. Permainan seperti congklak, gundu, dan petak umpet menjadi bagian dari pengalaman masa kecil yang dahulu dapat dilakukan di halaman rumah, gang, maupun tanah lapang.
Pameran ini juga menyoroti semakin terbatasnya ruang bermain anak. Karena itu, pengenalan kembali permainan tradisional menjadi salah satu cara untuk menjaga agar permainan tersebut tetap dikenal oleh generasi sekarang.
Keempat agenda itu menawarkan pilihan kunjungan dengan tema berbeda di sejumlah wilayah Jakarta. Pengunjung dapat memilih pameran sesuai minat, baik untuk mengenal kekayaan alam Indonesia, memahami perjumpaan antarbudaya, menelusuri sejarah haji, maupun mengingat kembali permainan tradisional Betawi.
Sumber: ANTARA News – Terkini
