Pemerintah memaksimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membasahi lahan gambut di Kalimantan Barat. Strategi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan potensi awan hujan guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan langkah itu dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang berlangsung di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jumat. Rapat tersebut turut dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta sejumlah unsur terkait.
Potensi awan hujan dimanfaatkan
Raja Juli mengatakan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan adanya potensi awan hujan di Kalimantan Barat pada 4 hingga 8 September 2026. Kondisi tersebut akan dimanfaatkan melalui OMC untuk meningkatkan pembasahan lahan, terutama di kawasan gambut yang rentan terbakar.
Menurut dia, Kementerian Kehutanan bersama BNPB dan instansi terkait telah menginstruksikan agar potensi awan hujan itu digunakan secara maksimal. Sasaran utamanya ialah membantu meningkatkan tinggi muka air tanah di lahan gambut sehingga kemungkinan muncul dan meluasnya kebakaran dapat ditekan.
OMC menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan Barat. Pelaksanaannya diarahkan tidak hanya untuk merespons titik api, tetapi juga menjaga kondisi lahan gambut tetap basah sebelum kebakaran berkembang.
Dukungan operasi udara diperkuat
Selain mengandalkan OMC, pemerintah memperkuat operasi water bombing untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani melalui operasi darat. Dukungan armada udara juga direncanakan bertambah untuk membantu penanganan di wilayah-wilayah yang dianggap krusial.
Tiga helikopter Chinook dari Pasukan Bela Diri Jepang dijadwalkan tiba untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Raja Juli menyebut operasi udara akan diarahkan ke sejumlah area yang membutuhkan dukungan tersebut.
Pemerintah juga menyiapkan teknik peat injection atau penyuntikan gambut. Metode ini digunakan untuk membasahi lapisan tanah dan membantu mengendalikan bara api yang berada di bawah permukaan, yang menjadi salah satu karakteristik kebakaran di lahan gambut.
Pemadaman darat dan penegakan hukum
Di lapangan, operasi pemadaman diperkuat dengan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan relawan. Kebutuhan personel dipetakan hingga tingkat kabupaten dan kecamatan agar pengerahan sumber daya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Upaya pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman. Penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran juga ditegaskan, baik terhadap perorangan maupun korporasi. Langkah tersebut akan berjalan bersama pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
Dengan menggabungkan OMC, operasi udara dan darat, pembasahan gambut, penegakan hukum, serta pencegahan, pemerintah menargetkan kebakaran di Kalimantan Barat dapat segera dikendalikan. Strategi tersebut juga ditujukan untuk menekan kemunculan titik api baru di wilayah tersebut.
Sumber: ANTARA News – Terkini
