Berita  

Wamentan Buka Ruang Masukan Dunia Usaha untuk Perkuat Pertanian Pangan dan Energi

Muhammad Saleh Mustafa menyoroti pengembangan biodiesel, bioetanol, dan hilirisasi pangan sebagai bagian dari perluasan kontribusi pertanian.

Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa menyatakan Kementerian Pertanian siap menerima saran dari pelaku usaha untuk memperkuat pembangunan pertanian. Menurut dia, keterlibatan dunia usaha dibutuhkan agar sektor tersebut dapat mendukung pengembangan pangan, energi, serta hilirisasi.

Pernyataan itu disampaikan Saleh dalam keterangan yang diterima di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis. Ia menilai masukan dari pelaku usaha penting untuk mempertemukan arah kebijakan pemerintah dengan kebutuhan dan peluang yang berkembang di lapangan.

Pertanian dan agenda ekonomi yang lebih luas

Saleh mengatakan pertanian memiliki hubungan erat dengan agenda ekonomi yang lebih luas. Sektor ini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber bahan baku energi dan produk bernilai tambah.

Dalam keterangannya, ia menyinggung pengembangan biodiesel, bioetanol, serta hilirisasi di bidang pangan. Pengembangan sejumlah sektor tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi pertanian terhadap perekonomian.

“Intinya kami siap menerima saran dan masukan dari pelaku-pelaku usaha,” kata Saleh.

Menurut dia, penguatan pertanian perlu dilakukan dengan memperhatikan seluruh rantai usaha. Komoditas tidak hanya diproduksi sebagai bahan mentah, tetapi juga didorong masuk ke tahap pengolahan agar menghasilkan nilai tambah dan membuka peluang investasi di dalam negeri.

Dorong pengolahan komoditas hingga hilir

Arah tersebut menempatkan hilirisasi sebagai salah satu unsur penting dalam pembangunan pertanian. Melalui pengolahan, komoditas pertanian diharapkan dapat memiliki pemanfaatan yang lebih beragam, termasuk sebagai bahan pendukung sektor energi.

Pemerintah juga mendorong pengembangan dan diversifikasi pemanfaatan komoditas pertanian. Selain memperkuat penyediaan pangan, langkah ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan energi nasional dan meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian.

Keterlibatan pelaku usaha dinilai penting dalam proses tersebut. Masukan dari dunia usaha dapat digunakan sebagai bahan untuk memperkuat ekosistem pertanian dari sisi hulu hingga hilir, termasuk dalam pengembangan investasi dan pengolahan komoditas.

Sinergi pemerintah dan dunia usaha

Kementerian Pertanian akan terus membuka ruang kerja sama dengan dunia usaha. Sinergi itu mencakup peningkatan produksi pangan serta pengembangan hilirisasi dan energi berbasis komoditas pertanian.

Saleh menegaskan kesiapan pemerintah untuk mendengarkan usulan dari pelaku usaha. Keterbukaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pertanian yang tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi yang lebih besar.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan pertanian diarahkan untuk memperkuat fondasi sektor pangan sekaligus memperluas kontribusinya melalui energi dan produk olahan. Namun, materi sumber tidak merinci bentuk kerja sama, target produksi, maupun nilai investasi yang akan dikembangkan.

Sumber: ANTARA News – Terkini

Home Trending Kontak
Exit mobile version