Wanti-wanti Indonesia Gagal Jadi Negara Industri, Wakil Ketua DPR: Cukup Jadi Penggali Tanah

0
6
Wanti-wanti Indonesia Gagal Jadi Negara Industri, Wakil Ketua DPR: Cukup Jadi Penggali Tanah

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Kordinator Lingkup Industri lalu Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel kembali mengingatkan, bahwa Indonesia juga dibanjiri tekstil lalu pakaian jadi impor yang dimaksud bermotif kain tradisional Indonesia, seperti motif batik, tenun, sulam, songket, serta lain-lain.

“Ini mestinya dicegah dengan regulasi yang mana masih diterima norma perdagangan internasional. Kain tradisional kita itu warisan leluhur. Ada nilai-nilai kemudian budaya di dalam sana, bukanlah hanya sekali persoalan ekonomi. Jika kita membiarkan hal ini terjadi, lama-lama lapangan usaha kain tradisional Indonesia punah juga seniman kain tradisi berhenti berkarya. Dalam jangka panjang, generasi penerus kita menjadi tidaklah mengerti lalu semata-mata tahu pada museum,” ungkap Gobel.

“Untuk menghasilkan kembali seniman lalu pengrajin kain tradisi itu butuh waktu lama. Dan tiap kain tradisional mempunyai kekhasan masing-masing. Belum lagi hilangnya lapangan kerja lalu prospek ekonomi. Jadi merugikan berlipat akibat kita tak mempunyai visi budaya pada kesulitan ekonomi ini,” katanya.

Selain itu, Menteri Perdagangan kemudian Menteri Keuangan (Menkeu) mengizinkan lebih besar dari 20 ribu kontainer barang impor di tempat pelabuhan. Hal itu didahului dengan terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan No 8/2024 tentang Perubahan Ketiga berhadapan dengan Permendag No 36/2023 yang mana memberikan relaksasi terhadap item elektronika, obat tradisional dan juga suplemen kesehatan, kosmetika lalu perbekalan rumah tangga, mainan, alas kaki, pakaian jadi kemudian asesoris pakaian jadi, tas, lalu katup, yang tiada lagi memerlukan pertimbangan teknis untuk masuk ke Indonesia.

Perubahan ketiga ini belaka dijalankan di hitungan cepat dari inovasi kedua, yakni dua bulan. Hal ini tentu semata berdampak terhadap sektor di area di negeri sebab lingkungan ekonomi pada negeri dibanjiri barang impor yang mana sebetulnya sudah ada diproduksi di tempat di negeri.

“Hingga pada saat ini tak jelas apa isi kontainer tersebut. Ada yang mana bilang tiga jt barang elektronika yang di dalam China mengalami oversupply, ada yang digunakan bilang itu unsur baku. Kita tak pernah tahu. Hanya dia dan juga Tuhan yang digunakan tahu,” kata Gobel.

Tentang kesulitan dumping , kata Gobel, semua orang sudah ada mengetahui bahwa beberapa jumlah negara melakukan praktik dumping, khususnya China. “Jadi ini bukanlah barang baru. Jadi apabila kita membiarkan regulasi menghindari praktik dumping kedaluarsa hingga dua tahun, maka kita patut bertanya: ada apa?” katanya.

Menurutnya, bidang Indonesia bukanlah semata-mata menghadapi parktik dumping, tapi juga suku bunga yang tersebut tinggi juga banyaknya pungutan. Ia juga mengungkapkan, pada waktu ini barang impor dapat relaksasi dan juga kemudahan juga berbagai insentif. Sedangkan bidang pada negeri justru berbiaya tinggi serta kurang insentif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here