PT Asabri (Persero) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan edukasi literasi keuangan kepada 30 purnawirawan di Denpasar, Bali. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengelola dana pensiun sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penipuan keuangan.
Pembekalan tersebut berlangsung di Kantor Cabang Asabri Denpasar dan diikuti purnawirawan TNI, Polri, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Polri. Kegiatan menjadi bagian dari program Pembinaan Wawasan dan Kesejahteraan Purnawirawan (Nawasena), yang juga mencakup materi kesehatan fisik dan kesiapan psikologis setelah memasuki masa pensiun.
Materi pengelolaan keuangan masa pensiun
Manajer Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Bali Dharma Iswara Bagus Oka menyampaikan materi mengenai pengelolaan keuangan selama masa pensiun.
Materi itu meliputi penyusunan prioritas kebutuhan, perencanaan keuangan jangka panjang, pengenalan risiko investasi, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan. Pembahasan tersebut diarahkan agar peserta dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih hati-hati setelah tidak lagi aktif bekerja.
Sekretaris Perusahaan Asabri Okki Jatnika mengatakan edukasi dalam program Nawasena disusun berdasarkan kebutuhan purnawirawan. Menurut dia, pembekalan mengenai keuangan, kesehatan, dan kesiapan psikologis diharapkan membantu peserta menjalani kehidupan yang mandiri, sehat, dan produktif.
Program Nawasena merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Asabri pada 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026.
Kesehatan fisik dan kesiapan psikologis
Selain materi finansial, peserta memperoleh edukasi mengenai pola hidup sehat dan aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi tubuh. Materi ini disampaikan Centre Manager Hovi Club Teuku Umar, dr Satria Teguh Wisesa.
Psikolog Retno Indryawati Kusuma memberikan pembekalan tentang penyesuaian rutinitas setelah purna tugas, pemeliharaan kesehatan mental, serta pentingnya menjaga hubungan sosial dengan keluarga dan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya membahas pengelolaan dana pensiun, tetapi juga aspek keseharian yang dihadapi peserta setelah menyelesaikan masa pengabdian.
Kepala Kantor Cabang Asabri Denpasar Salim Achmad menyampaikan bahwa pendampingan bagi pensiunan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan yang diberikan tetap sesuai dengan kebutuhan mereka. Ia menilai perhatian terhadap kesejahteraan peserta dapat dijaga melalui komunikasi, edukasi, dan program yang memberikan manfaat.
Salah seorang peserta, purnawirawan TNI Angkatan Laut Arie Wihandoko, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut pembekalan yang diberikan menambah pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan berharap kegiatan serupa berlanjut bagi purnawirawan di Bali.
Bagian dari rangkaian program di lima cabang
Asabri sebelumnya menyatakan Program Nawasena dilaksanakan di lima kantor cabang, yakni Jakarta, Semarang, Surabaya, Balikpapan, dan Denpasar. Program itu diarahkan untuk meningkatkan kesiapan dan kesejahteraan peserta pada masa pensiun.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan OJK bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen. Adapun kelompok pensiunan dan purnawirawan mencatat indeks literasi keuangan sebesar 85,15 persen.
Sumber: ANTARA News – Finansial
