Bencana Tanah Longsor di area Toraja Utara, BNPB Peringatkan Masih Ada Retakan Tanah

0
7
Bencana Tanah Longsor dalam area Toraja Utara, BNPB Peringatkan Masih Ada Retakan Tanah

INFOJAWATIMUR.com – Jakarta – Sebanyak sembilan orang tertimbun tanah longsor di area Kelurahan Tallang Sura, Kecamatan Buntao, Wilayah Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Sebanyak tiga di dalam antaranya tewas, yang dimaksud lainnya luka-luka serta dilarikan ke rumah sakit. 

Peristiwa tanah longsor ini terjadi pada Hari Jumat pagi, 26 April 2024, pukul 05.00 WITA. Longsor susulan kembali terjadi pada pukul 10.00 WITA. Tanah longsor disebutkan dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang dimaksud mengguyur wilayah Toraja Utara disertai struktur tanah yang dimaksud labil. 

Kepala Pusat Data, Pengetahuan dan juga Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyatakan longsor mengakibatkan satu unit rumah rusak berat serta satu unit rumah lainnya terancam. “Sebanyak enam kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi demi menghindari risiko longsor susulan,” katanya melalui keterangan tertulis, Akhir Pekan pagi ini, 28 April 2024.

Menurut Muhari kelompok pencarian kemudian pertolongan telah lama menghentikan operasi pencarian. Tim gabungan antara lain dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara pada masa kini bekerja sejenis membersihkan material longsor yang digunakan menutupi badan jalan. “Jalur transportasi sudah ada dapat dilalui kendaraan roda dua serta empat.”

Muhari juga mengatakan, BPBD Daerah Toraja Utara mendirikan pos siaga bencana dan juga mengimbau warga di tempat wilayah Kecamatan Buntao untuk selalu waspada. Penyebabnya, terpantau adanya retakan tanah di dalam bagian melawan lokasi longsor dengan dimensi yang cukup besar. Keadaan ini berpotensi menyebabkan longsor susulan. 

BNPB mengimbau penduduk Sulawesi Selatan untuk setiap saat waspada akan kemungkinan bencana hidrometeorologi. Hal ini merujuk pada peringatan serius dini BMKG akan prospek terjadinya hujan sedang hingga lebat yang mana disertai petir lalu dapat mengakibatkan banjir di area wilayah utara juga timur Sulawesi Selatan. 

“Warga yang tersebut tinggal pada lereng tebing diimbau untuk segera mengevakuasi diri ke tempat yang mana lebih tinggi aman jikalau terjadi hujan dengan intensitas tinggi lebih banyak dari satu jam. Hal ini guna menghindari risiko terjadinya tanah longsor,” kata Muhari.

Pilihan Editor: Baru 2 Hari Minggu Sebelumnya Bencana Tanah Longsor Juga Terlaksana di tempat Daerah Tetangga, Tana Toraja, Tewaskan 18 Orang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here