Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM – Ketidakpastian pendapatan akibat faktor cuaca dan ketergantungan pada hasil tangkapan musiman masih menjadi tantangan klasik yang dihadapi oleh masyarakat pesisir dan keluarga nelayan. Merespons persoalan tersebut, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) mengambil langkah nyata melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas).
Tim dosen dan pakar dari PPNS menggelar pelatihan intensif bertajuk “Pelatihan Pengelolaan Keuangan Mandiri Guna Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Masyarakat Wilayah Pesisir.” Kegiatan strategis ini dirancang khusus untuk mengubah pola pikir (mindset), membekali keterampilan finansial, hingga mendorong hilirisasi produk kelautan demi mendongkrak taraf hidup masyarakat pesisir agar lebih mandiri dan berdaya saing.
Mengubah Tantangan Musiman Jadi Peluang Wirausaha
Kondisi geografis wilayah pesisir sejatinya menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa. Sayangnya, fluktuasi pendapatan harian sering kali membuat manajemen keuangan rumah tangga nelayan menjadi tidak stabil.
Melihat fenomena ini, tim Abdimas PPNS tidak hanya memberikan teori, melainkan berfokus pada penanaman entrepreneurial mindset (pola pikir kewirausahaan) sebagai fondasi utama.

“Masyarakat pesisir harus didorong untuk melihat laut bukan sekadar tempat mencari ikan, melainkan sebagai ekosistem bisnis yang luas. Dengan mindset wirausaha, mereka akan lebih peka melihat peluang, berani mengambil keputusan finansial, dan berinovasi menciptakan nilai tambah (value added) dari potensi lokal yang ada,” ujar perwakilan tim pengabdian PPNS.
Melalui pendekatan ini, warga diajak untuk keluar dari zona ketergantungan satu sumber pendapatan (menangkap ikan saja) dan mulai melirik sektor pengolahan serta perdagangan kreatif berbasis maritim.
Inspirasi Nyata dari Alumni: Sukses Bisnis Budidaya Lobster
Untuk membakar semangat para peserta, PPNS menghadirkan narasumber spesial yang merupakan alumni sukses dari Program Studi Manajemen Bisnis PPNS. Kehadiran sosok praktisi ini memberikan bukti nyata (social proof) bahwa sektor kelautan sangat menjanjikan jika dikelola dengan manajemen yang modern.
Dalam sesi sharing yang berlangsung interaktif, alumni tersebut membagikan kisah inspiratifnya dalam merintis dan membesarkan usaha budidaya serta pemasaran lobster. Memulai segala sesuatunya dari skala rumahan yang kecil, kini bisnisnya telah berkembang pesat dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi lingkungan sekitar.
Beberapa poin kunci keberhasilan yang dibagikan kepada peserta meliputi:
- Keberanian Memulai: Menghilangkan rasa takut gagal dan jeli melihat ceruk pasar sektor perikanan premium.
- Konsistensi Kualitas: Menjaga standar mutu produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas dan memiliki harga jual tinggi.
- Disiplin Finansial: Memisahkan dengan tegas antara uang untuk keperluan dapur (rumah tangga) dan modal pengembangan usaha.
Tak hanya berbagi sukses, narasumber juga membedah tantangan riil di lapangan, mulai dari cara mengelola modal kerja yang terbatas, strategi pemasaran digital, hingga pemanfaatan teknologi untuk memperluas jaringan konsumen di luar daerah.
Edukasi Finansial: Dari Catatan Arus Kas Hingga Dana Darurat
Salah satu pilar utama dalam pelatihan ini adalah literasi keuangan. Tim PPNS memberikan materi praktis yang mudah diterapkan oleh ibu rumah tangga maupun pelaku usaha mikro di pesisir, di antaranya:
- Penyusunan Anggaran Rumah Tangga: Mengklasifikasikan pengeluaran wajib, kebutuhan pokok, dan keinginan.
- Pencatatan Arus Kas Sederhana: Membantu warga mengetahui secara pasti ke mana perputaran uang mereka setiap harinya.
- Manajemen Modal Usaha: Strategi memutar keuntungan menjadi modal kerja kembali agar bisnis tidak jalan di tempat.
- Perencanaan Tabungan & Dana Darurat: Mempersiapkan pos keuangan khusus untuk menghadapi masa paceklik atau musim cuaca buruk saat nelayan tidak bisa melaut.
Dengan kemampuan manajemen keuangan yang lebih rapi, masyarakat diharapkan tidak lagi terjebak dalam pola konsumtif dan mampu mengalokasikan pendapatan mereka ke sektor-sektor yang lebih produktif.
Hilirisasi Potensi Laut: Diversifikasi Produk Bernilai Jual Tinggi
Selain aspek manajerial dan finansial, aspek teknis produksi juga menjadi sorotan. Warga pesisir dibekali wawasan mengenai optimalisasi dan diversifikasi produk hasil laut. Jika selama ini nelayan langsung menjual ikan segar dengan harga yang rentan dipermainkan tengkulak saat panen melimpah, kini mereka diarahkan untuk melakukan pengolahan (processing).
Tim Abdimas PPNS memberikan ide dan edukasi mengenai pembuatan produk olahan berbahan dasar ikan dan hasil laut lainnya—seperti camilan kering, makanan beku (frozen food), hingga bumbu kemasan siap saji. Dengan mengubah bahan mentah menjadi produk jadi yang higienis dan dikemas menarik, risiko kerugian akibat fluktuasi harga ikan segar dapat ditekan secara signifikan, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi para ibu rumah tangga di wilayah tersebut.
Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi
Acara yang digelar dengan format diskusi dua arah, bedah studi kasus, dan simulasi praktis ini mendapat sambutan hangat dari warga. Antusiasme terlihat jelas saat sesi tanya jawab, di mana banyak peserta aktif berkonsultasi mengenai kendala usaha dan utang-piutang yang sering mereka hadapi sehari-hari.
Program ini menegaskan komitmen jangka panjang PPNS dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam poin pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada pemberdayaan lokal.
Melalui sinergi yang konsisten antara akademisi, alumni sebagai praktisi, dan masyarakat target, PPNS optimistis dapat ikut serta dalam membangun ekosistem ekonomi pesisir yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing tinggi demi mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.














