INFOJAWATIMUR.COM- Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 Agustusmembawa dampak terhadap berbagai fasilitas dan infrastruktur masyarakat. Di tengah proses tanggap darurat dan pemulihan, pemeriksaan terhadap fasilitas yang terdampak menjadi langkah penting untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Salah satu sosok yang hadir langsung di Maumere adalah Dr. Ir. Mudji Irmawan Arkani, MT. Selain dikenal sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni SMAN 5 Surabaya, DPP Ikasmanca, Ir. Mudji datang ke Maumere sebagai bagian dari tim relawan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah fasilitas yang terdampak gempa.
Kehadiran tim relawan ITS bukan sekadar melihat kerusakan secara kasatmata. Beberapa fasilitas yang masih terlihat berdiri dan bahkan masih dapat berfungsi tetap perlu mendapatkan pemeriksaan teknis untuk memastikan kondisi dan kelayakan strukturnya setelah mengalami guncangan gempa.
Salah satunya adalah Dermaga Lorens Say, Maumere.
Dalam kunjungannya, Ir. Mudji menyampaikan bahwa secara visual dermaga masih terlihat dapat berfungsi. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan keamanan struktur. Karena itu, kelayakan struktur Dermaga Lorens Say akan diperiksa lebih lanjut, sehingga dapat diketahui apakah terdapat dampak gempa pada elemen-elemen struktur yang tidak terlihat secara kasatmata.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Sebab, pascabencana, yang dibutuhkan bukan hanya memastikan fasilitas dapat kembali digunakan, tetapi juga memastikan bahwa penggunaannya benar-benar aman.
Bagi Maumere dan masyarakat NTT, infrastruktur seperti dermaga memiliki peran strategis dalam konektivitas, mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pergerakan roda ekonomi. Karena itu, pemeriksaan dan pengawalan teknis menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan sekaligus mencegah munculnya risiko baru.
Melalui kehadiran tim relawan ITS, Ir. Mudji bersama para tenaga dan relawan lainnya ikut mengambil bagian dalam kerja kemanusiaan: datang, melihat langsung kondisi di lapangan, mengidentifikasi persoalan, dan mengawal proses pemulihan agar berjalan dengan pendekatan teknis dan mengutamakan keselamatan.
Karena pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali yang rusak.
Pemulihan adalah memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman, dan memastikan setiap infrastruktur yang digunakan kembali benar-benar layak dan tangguh.
NTT bangkit.
NTT pulih.
Bersama, kita kawal pemulihan dengan ilmu, kepedulian, dan kemanusiaan.

















