Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan sejumlah capaian pembangunan provinsi tersebut dalam berbagai sektor, mulai dari pangan dan ekonomi hingga pendidikan, kesehatan, serta perumahan. Capaian itu disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Kidul, Kabupaten Boyolali, Rabu.
Ahmad Luthfi mengatakan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia menyebut berbagai hasil tersebut dicapai ketika kondisi global masih tidak menentu dan pemerintah menghadapi tekanan fiskal.
Produksi pangan dan indikator ekonomi
Di sektor pangan, produksi padi Jawa Tengah pada 2025 disebut mencapai sekitar 9,39 juta ton. Sementara itu, hingga Juli 2026, produksi gabah kering giling tercatat 6,74 juta ton.
Menurut Ahmad Luthfi, kerja keras petani turut menggerakkan kegiatan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Ia menekankan bahwa pemerintah yang mendapat amanah memimpin Jawa Tengah harus bekerja keras hingga tingkat desa.
Sejalan dengan aktivitas ekonomi tersebut, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen. Penurunan itu disertai tambahan sekitar 460 ribu orang yang bekerja.
Hingga semester pertama 2026, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp59,94 triliun. Pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut disebut berada pada level 5,80 persen, sedangkan persentase penduduk miskin turun menjadi 9,21 persen.
Pendidikan, kesehatan, dan perumahan
Pemerintah Jawa Tengah juga menjalankan program pemenuhan kebutuhan dasar. Di bidang pendidikan, biaya sekolah digratiskan bagi 231.724 siswa sekolah negeri dan sekitar 5.004 siswa sekolah swasta.
Selain itu, beasiswa diberikan kepada siswa dari keluarga tidak mampu, termasuk 10.000 siswa dari keluarga miskin. Pemerintah juga telah merehabilitasi 282 sekolah dan membangun sembilan sekolah baru.
Pada sektor kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau sekitar 21 juta masyarakat. Sementara di bidang perumahan, pemerintah menyatakan telah menuntaskan sekitar 339.963 unit backlog perumahan.
Dukungan terhadap program pemerintah pusat
Jawa Tengah turut memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut disebut telah menjangkau sekitar sembilan juta penerima manfaat melalui 4.382 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.
Sebanyak 14 Sekolah Rakyat juga telah direalisasikan dengan jumlah 1.275 siswa. Di tingkat desa, Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk sebanyak 8.523 unit, termasuk 6.271 unit yang sudah beroperasi.
Ahmad Luthfi menyatakan capaian tersebut bukan semata-mata hasil kerja pemerintah, melainkan juga kontribusi berbagai elemen masyarakat. Upacara Hari Jadi Jawa Tengah itu dihadiri anak-anak sekolah, perwakilan petani, pelaku UMKM, mantan gubernur, dan tokoh masyarakat.
Sektor agraris tetap menjadi perhatian
Mantan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengingatkan agar sektor agraris terus dioptimalkan. Menurut dia, sektor tersebut merupakan salah satu kekuatan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.
Bibit, yang menjabat gubernur pada 2008-2013, mengatakan pemerintah perlu memberi perhatian terhadap sektor agraris. Ia juga menyampaikan bahwa penguatan ekonomi Jawa Tengah penting bagi perannya sebagai penyangga ketahanan nasional.
Dalam pernyataannya, Bibit mengajak masyarakat Jawa Tengah terus bekerja di bidang pertanian dan bercocok tanam demi kesejahteraan keluarga serta bangsa.
Sumber: ANTARA News – Bisnis

















