Inovasi Makan Bergizi Gratis di Bondowoso: Hadirkan Dimsum Mentai Kekinian yang Ramah Anak

Bondowoso, INFOJAWATIMUR.COM – Ada yang menarik dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Guna memantik nafsu makan sekaligus mencegah rasa bosan pada anak-anak sekolah, pihak penyelenggara menghadirkan menu kuliner kekinian yang tengah naik daun: dimsum mentai.

Langkah inovatif ini diambil untuk memastikan bahwa makanan sehat yang disiapkan pemerintah tidak berakhir sia-sia, melainkan habis dilahap oleh para siswa. Kendati mengusung konsep kuliner modern ala kafe, sajian dimsum mentai ini tetap melewati proses modifikasi khusus agar aman dan sesuai dengan pencernaan anak-anak.

Kepala SPPG Bondowoso Badean 2, Yulia Linda Lestari, mengungkapkan bahwa penyesuaian resep dilakukan terutama pada bagian saus. Jika dimsum mentai pada umumnya identik dengan cita rasa pedas yang kuat, versi sekolah ini diracik tanpa menggunakan saus sambal sama sekali.

“Dimsum mentai saat ini memang menjadi makanan yang cukup populer dan digemari di kalangan anak muda. Karena itu, kami menghadirkannya dalam menu MBG agar anak-anak tetap tertarik untuk makan,” ujar Yulia. “Namun, kami modifikasi supaya tidak pedas. Jadi, kami hanya menggunakan campuran saus tomat dan mayones.”

Tetap Prioritaskan Standar Gizi Seimbang

Meski kemasannya mengikuti tren kuliner kekinian, Yulia memastikan aspek nutrisi tetap menjadi panglima utama. Formulanya dirancang secara ketat demi memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak usia sekolah.

Dalam setiap porsi wadah makan yang dibagikan, terkandung komposisi gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral. Sumber protein hewani didapatkan langsung dari bahan utama pembuatan dimsum, sementara kebutuhan energi dipasok dari sektor karbohidrat serta menu pendamping lainnya.

Tak lupa, asupan serat, vitamin, dan mineral penting dipenuhi melalui kombinasi sayuran segar serta potongan buah yang wajib ada di setiap paket makanan.

Program Makan Bergizi Gratis ini sejatinya merupakan investasi jangka panjang pemerintah untuk mendongkrak status gizi para pelajar. Dengan memadukan tren kuliner kekinian dan standar kesehatan, diharapkan anak-anak tidak hanya sekadar kenyang, melainkan mendapatkan gizi yang optimal secara menyenangkan.

“Tujuannya bukan sekadar membagikan makanan secara formalitas, tetapi bagaimana memastikan anak-anak ini mau dan senang mengonsumsinya. Dengan begitu, target pemenuhan gizi mereka benar-benar tercapai,” pungkas Yulia.

Need Help? Chat with us