Bisnis  

Kemenhut Siapkan DAK Rp5,5 Miliar untuk Perkuat Penanganan Karhutla Kalbar

Dukungan anggaran akan dilengkapi koordinasi dengan BNPB dan DPR RI serta operasi udara, pembasahan gambut, dan penegakan hukum.

Sertifikatin 1

Pemerintah menyiapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kehutanan sebesar Rp5,5 miliar untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Anggaran tersebut akan dialokasikan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai bagian dari upaya pengendalian kebakaran secara terpadu.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan rencana itu di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu. Menurut dia, penanganan karhutla akan mencakup operasi udara dan darat, pembasahan gambut, penegakan hukum, serta pencegahan.

Dukungan anggaran dan operasi terpadu

Selain DAK Rp5,5 miliar, pemerintah akan mengoordinasikan kebutuhan anggaran operasional lain bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan DPR RI. Koordinasi tersebut ditujukan untuk memperkuat sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam penanganan karhutla.

Pemerintah juga akan memaksimalkan berbagai sumber daya yang tersedia. Salah satu langkah yang disiapkan ialah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kalimantan Barat berpotensi mengalami pertumbuhan awan hujan pada 4-8 September 2026. Potensi tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan pembasahan serta menaikkan tinggi muka air tanah di kawasan gambut.

Water bombing dan dukungan pesawat Chinook

Penguatan operasi udara dilakukan melalui water bombing untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani dari jalur darat. Operasi tersebut juga mendapat tambahan dukungan berupa tiga pesawat Chinook dari Pasukan Bela Diri Jepang.

Menurut Raja Juli, operasi udara akan diarahkan ke sejumlah kawasan yang dinilai krusial. Salah satunya adalah kawasan Danau Sentarum yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Pengarahan operasi ke wilayah tersebut ditujukan untuk mencegah kebakaran meluas.

Sementara itu, operasi di darat melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BPBD, dan relawan. Pemerintah melakukan pemetaan kebutuhan personel hingga tingkat kabupaten dan kecamatan agar pengerahan kekuatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Penanganan khusus kawasan gambut

Untuk kawasan gambut, pemerintah menyiapkan teknik peat injection atau penyuntikan gambut. Metode ini digunakan untuk membantu membasahi lapisan tanah sekaligus mengendalikan bara api yang berada di bawah permukaan.

Penanganan karhutla juga mencakup aspek penegakan hukum. Pemerintah menyatakan akan menindak pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi. Di sisi pencegahan, edukasi kepada masyarakat terus diperkuat agar pembukaan lahan dengan cara membakar dapat dihentikan.

Raja Juli mengatakan dukungan pendanaan dan penguatan operasi terpadu diharapkan mempercepat pengendalian karhutla di Kalimantan Barat. Langkah tersebut juga diarahkan untuk mencegah munculnya kembali titik-titik kebakaran di wilayah tersebut.

Sumber: ANTARA News – Bisnis

Home Trending Kontak