PT Lesca Gadai Premier menilai aset bernilai tinggi dapat dimanfaatkan pemilik usaha sebagai jaminan pendanaan untuk memperoleh likuiditas tanpa harus menjual aset yang dimiliki. Skema ini disebut dapat membantu pengusaha memenuhi kebutuhan modal kerja dan mengelola arus kas ketika dana diperlukan dalam waktu relatif cepat.
Direktur Lesca Gadai Premier Bastian Purnama mengatakan pendanaan berbasis aset atau asset-backed lending memungkinkan pemilik aset memanfaatkan nilai ekonomis barang berdasarkan hasil penaksiran pasar. Dengan cara tersebut, kepemilikan atas aset tetap berada di tangan nasabah selama aset digunakan sebagai jaminan.
“Melalui skema pendanaan berbasis aset, mereka dapat memanfaatkan nilai laten dari koleksi premium tersebut secara maksimal,” kata Bastian dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
Aset premium menjadi jaminan pendanaan
Aset yang dapat digunakan dalam skema tersebut mencakup emas dan logam mulia, perhiasan berlian, jam tangan bernilai tinggi atau edisi terbatas, serta tas desainer. Besaran dana yang diterima nasabah ditentukan melalui proses penaksiran nilai pasar barang yang dijaminkan.
Lesca Gadai Premier menyebut nilai pencairan dapat mencapai miliaran rupiah, bergantung pada nilai aset yang diagunkan. Kenaikan nilai sejumlah aset, terutama emas dan logam mulia, dinilai turut meningkatkan nilai ekonomis barang yang berpotensi digunakan sebagai jaminan.
Menurut Bastian, pilihan pendanaan ini dapat digunakan pemilik usaha untuk memperoleh tambahan modal kerja maupun menjaga likuiditas operasional. Pengusaha tidak perlu menjual aset operasional atau investasi hanya untuk mendapatkan dana dalam waktu yang dibutuhkan.
Kecepatan dan privasi menjadi pertimbangan
Selain kebutuhan dana yang cepat, waktu dan privasi disebut menjadi pertimbangan bagi sebagian pengusaha saat memilih sumber pembiayaan. Bastian menilai penjualan aset secara mendadak berpotensi memengaruhi persepsi terhadap kondisi keuangan suatu usaha. Di sisi lain, mekanisme pembiayaan tertentu dapat memerlukan proses yang lebih panjang.
“Bagi para pemimpin bisnis, waktu dan reputasi adalah komoditas yang paling berharga,” ujarnya.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, perusahaan menyediakan layanan penaksiran secara privat. Penilai atau appraiser dapat mendatangi lokasi yang disepakati dengan nasabah, baik kantor maupun kediaman. Setelah penaksiran dan verifikasi selesai, dana dicairkan melalui transfer perbankan.
Bastian mengatakan pendekatan itu ditujukan untuk memberi fleksibilitas kepada pemilik usaha dalam mengatur kebutuhan pendanaan, sembari mempertahankan kepemilikan atas aset yang dijadikan jaminan.
Pertumbuhan pembiayaan industri pergadaian
Pemanfaatan aset bernilai tinggi sebagai sumber likuiditas berlangsung ketika pembiayaan industri pergadaian nasional mencatat pertumbuhan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, penyaluran pembiayaan industri pergadaian pada Juni 2026 tumbuh 54,47 persen secara tahunan menjadi Rp162,26 triliun.
Dari total tersebut, pembiayaan melalui produk gadai mencapai Rp136,88 triliun atau 84,36 persen. Industri pergadaian antara lain diatur melalui POJK Nomor 39 Tahun 2024 tentang Pergadaian, yang kemudian diubah dengan POJK Nomor 29 Tahun 2025. Sektor ini juga memiliki landasan hukum dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
Menurut perusahaan, penguatan regulasi dan perizinan memberikan kepastian bagi perkembangan pergadaian swasta berizin serta memperkuat pengawasan terhadap kegiatan usaha tersebut.
Ekonom senior Piter Abdullah menilai perkembangan layanan pergadaian, dari segmen ritel hingga aset bernilai tinggi, menunjukkan perubahan cara sebagian masyarakat dan dunia usaha mengelola modal. Bagi segmen kelas atas, ia menyebut efisiensi biaya modal dan perlindungan reputasi sebagai pertimbangan penting.
Menurut Piter, penggunaan aset bernilai tinggi sebagai jaminan dapat menjadi alternatif untuk memperoleh likuiditas dibandingkan mencairkan deposito berjangka sebelum jatuh tempo atau menjual saham ketika pasar sedang bergejolak.
Sumber: ANTARA News – Finansial
