LINKID CONNECTFEST 2026 Ubah Koneksi Menjadi Kolaborasi dan Peluang Bisnis

INFOJAWATIMUR.COM , JAKARTA – Memiliki jaringan luas belum tentu berujung pada peluang usaha. Tantangannya justru terletak pada bagaimana relasi yang telah terbangun dapat dikembangkan menjadi kolaborasi, referral, hingga transaksi yang memberikan nilai bagi para pihak.

Gagasan tersebut menjadi salah satu fokus LINKID CONNECTFEST 2026, ajang networking berskala nasional yang mengangkat tema “Connection To Conversion”. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (5/9/2026), sekaligus menandai satu tahun perjalanan komunitas LINKID.

Hampir 100 peserta dari berbagai latar belakang dan daerah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka datang dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya hingga Palembang. CONNECTFEST juga diikuti peserta dari luar Indonesia, di antaranya Ukraina, Australia, dan Singapura.

Kehadiran peserta lintas kota dan negara memperlihatkan bahwa networking semakin dipandang sebagai bagian penting dalam pengembangan bisnis maupun karier profesional.

Dari Sekadar Kenal Menjadi Peluang Nyata

Co-Founder LINKID, Andryaas Mamuaya, menjelaskan bahwa CONNECTFEST dipersiapkan sekitar tiga bulan dengan melibatkan anggota komunitas dan relawan.

Tema “Connection To Conversion” dipilih untuk menjawab persoalan yang kerap dihadapi pengusaha maupun profesional. Seseorang dapat memiliki banyak kenalan, tetapi belum tentu mampu mengelola jaringan tersebut menjadi peluang yang produktif.

Andryaas menekankan bahwa LINKID ingin mendorong anggotanya memahami cara membangun hubungan yang dapat menciptakan peluang, bukan sekadar menjadikan jaringan sebagai sasaran penjualan.

Menurutnya, kekuatan komunitas justru muncul ketika para anggotanya memahami bidang usaha dan kompetensi satu sama lain. Dari pemahaman tersebut, anggota dapat saling memberikan referensi, mempertemukan kebutuhan bisnis, hingga membuka kesempatan kolaborasi.

Konsep itu membuat networking tidak berhenti pada aktivitas bertukar kontak. Relasi yang dibangun diharapkan berkembang menjadi ekosistem yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Business Matching Perkuat Pertemuan Pelaku Usaha

Co-Founder LINKID asal Sidoarjo, Jawa Timur, Rizki Pamuji, mengatakan CONNECTFEST juga diarahkan menjadi ruang business matching bagi pengusaha, trainer, coach, profesional, serta pelaku UMKM.

Menurut Rizki, komunitas idealnya tidak hanya menjadi tempat berkumpul. Keberadaan komunitas perlu memberikan nilai tambah melalui pertukaran pengetahuan, perluasan jaringan, pemberian referensi, serta terbukanya kesempatan kerja sama antaranggotanya.

Pertemuan secara langsung dinilai penting karena memungkinkan peserta mengenal kompetensi, kebutuhan, produk, maupun potensi bisnis peserta lainnya secara lebih mendalam.

Dengan pola tersebut, sebuah perkenalan dapat berkembang menjadi rekomendasi bisnis, kerja sama pemasaran, kemitraan, hingga transaksi yang saling menguntungkan.

Peserta Rasakan Manfaat Pertemuan Tatap Muka

Manfaat tersebut turut dirasakan peserta CONNECTFEST.

Peserta asal Bandung, Dedi Liem, yang telah bergabung dengan LINKID sekitar dua bulan, menilai kegiatan seperti CONNECTFEST dapat menjadi sarana memperluas jaringan sekaligus membangun pola pikir mengenai pentingnya hubungan positif dengan orang lain.

Sementara itu, peserta asal Palembang, M Afif, melihat pertemuan tatap muka memberikan nilai tersendiri setelah interaksi sebelumnya banyak berlangsung secara daring.

Menurutnya, peluang kolaborasi tidak hanya muncul dari materi yang disampaikan pembicara. Percakapan dan interaksi antarpeserta selama kegiatan juga dapat melahirkan gagasan maupun kesempatan kerja sama baru.

Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai sebuah forum networking tidak semata ditentukan oleh agenda di atas panggung, tetapi juga oleh kualitas interaksi yang terjadi di antara peserta.

LINKID Bidik CONNECTFEST di Kota Lain

Antusiasme peserta membuka peluang bagi LINKID untuk memperluas penyelenggaraan CONNECTFEST.

Setelah penyelenggaraan perdana di Jakarta, kegiatan serupa berpotensi dikembangkan ke kota lain, termasuk Bandung maupun Surabaya.

Selain CONNECTFEST sebagai agenda berskala lebih besar, LINKID juga menjalankan pertemuan rutin setiap Jumat pukul 19.30 WIB. Forum tersebut terbuka bagi pelaku UMKM, pemilik bisnis, entrepreneur, profesional, maupun masyarakat yang ingin memperluas jaringan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem networking yang berlangsung secara berkesinambungan, bukan hanya melalui satu kegiatan tahunan.

Didukung Berbagai Mitra dan Ekosistem Bisnis

Penyelenggaraan LINKID CONNECTFEST 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai mitra dan ekosistem.

Sejumlah pihak yang terlibat sebagai Official Ecosystem Partners antara lain PLAUD, FIT HUB, AI by Design, Kopi Gajah, Sertifikatin, dan Batam Seafood Peranakan.

Dukungan juga datang dari Dokter Malaysia, HSBC, TribeIndo, Movid, Omah Tumbuh Potensi, PT Ebani Genius Solutions (EGS), Maxain, Würth, ORISON, serta sejumlah brand dan mitra lainnya.

Kolaborasi berbagai sektor tersebut memperkuat konsep CONNECTFEST sebagai ruang pertemuan lintas profesi dan industri.

Melalui semangat “Connection To Conversion”, LINKID ingin membawa networking ke tahap yang lebih produktif. Koneksi tidak lagi berhenti pada banyaknya nomor kontak atau kartu nama yang dikumpulkan, tetapi diarahkan menjadi hubungan yang mampu melahirkan referral, kolaborasi, kemitraan, serta peluang bisnis nyata.

Dengan demikian, CONNECTFEST menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem bisnis berbasis hubungan dan kepercayaan, di mana setiap koneksi memiliki peluang untuk berkembang menjadi nilai ekonomi bagi para pelakunya.

Home Trending Kontak
Exit mobile version