Mengapa Sekelas Pusat Fakta Nasional dapat Bobol Diserang Ransomware?

0
5
Mengapa Sekelas Pusat Fakta Nasional dapat Bobol Diserang Ransomware?

INFOJAWATIMUR.com – JAKARTA – Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menyoroti serangan ransomware jenis Branchiper terhadap Pusat Fakta Nasional Sementara (PDNS) 2 dan juga memohon tebusan fantastis Rp131,3 miliar untuk memulihkan data yang mana dienkripsi.

“Kejadian ini luar biasa. Karena data center sekelas PDN yang mengatur ribuan virtual machine (VM) bisa saja sampai terkena ransomware,” ungkapnya.

Ia menyebut, akan mengerikan apabila data yang dimaksud kemudian berhasil diambil oleh penyerang. “Jika data berhasil diambil, artinya ransomware berhasil bercokol di tempat sistem untuk jangka waktu yang lama. Berhari-hari, sehingga sempat menyalin data server. Itu yang digunakan harus jadi pertanyaan dan juga evaluasi. Kok bisa, pengelola bisa jadi kecolongan seperti ini,” ungkapnya.

Alfons menilai, pemerintah harus mengevaluasi pemeilihan vendor agar kejadian seperti ini tiada terulang kembali. “Kalau dapat Kominfo jadi pengawas murni. Jangan terlibat pada operasional. Karena wasit sebaiknya jangan jadi pemain,” ungkapnya.

Alfons juga mengimbau hendaknya pengelolaan data diserahkan untuk pihak yang kompeten seperti penyedia cloud lokal. “Misalnya Biznet, CBN, atau yang digunakan lain di asosiasi pengelolaan cloud,” ungkapnya.

Menurut Alfons, apabila terjadi sesuatu maka pengelola cloud ini mampu dimintai pertanggungjawabannya baik finansial atau hukum.

“Kalau telah ada konsekuensi seperti itu tentunya pengelola cloud PDN bukan akan ceroboh seperti hari ini. Kok sanggup Disaster Recovery serta Business Continuity separah ini,”beberAlfons.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here