Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 98 persen pada 2045. Target tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara Hari Indonesia Menabung di Bekasi, Jumat.
Friderica mengatakan sasaran itu sejalan dengan amanat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2045. Ia menyampaikan harapan agar akses masyarakat Indonesia terhadap layanan keuangan terus diperluas hingga mencapai tingkat inklusi yang ditetapkan pada akhir periode pembangunan tersebut.
"InsyaAllah harapannya di tahun 2045 inklusi keuangan Indonesia adalah 98 persen," kata Friderica dalam sambutannya.
Pelajar dan mahasiswa masih di bawah rata-rata nasional
Dalam kesempatan tersebut, Friderica yang akrab disapa Kiki menyoroti kondisi pelajar dan mahasiswa. Menurut dia, kelompok ini masih mencatatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di bawah rata-rata nasional.
Data itu menjadi salah satu alasan OJK menempatkan pelajar dan mahasiswa sebagai sasaran prioritas dalam upaya meningkatkan pemahaman serta akses terhadap layanan keuangan. Kiki juga menyebut peningkatan indeks pada kelompok tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
"Maka ini adalah tugas kita semua yang ada di depan sini, dan juga para kepala daerah untuk semakin meningkatkan indeks literasi dan inklusi pelajar di Indonesia," ujar dia.
Data SNLIK 2026 menunjukkan kesenjangan
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi keuangan pelajar dan mahasiswa berada di angka 62,72 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat literasi keuangan nasional yang mencapai 69,57 persen.
Perbedaan juga terlihat pada indikator inklusi keuangan. Tingkat inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa tercatat 92,76 persen, sedangkan angka nasional mencapai 93,61 persen.
Dengan demikian, terdapat selisih 6,85 poin persentase pada tingkat literasi antara pelajar dan mahasiswa dengan capaian nasional. Pada indikator inklusi, kelompok tersebut terpaut 0,85 poin persentase dari angka nasional.
OJK dorong peningkatan indeks pelajar
Kiki menilai peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar serta mahasiswa penting untuk dilakukan. Pertimbangannya, jumlah penduduk dalam kelompok usia pelajar dan mahasiswa cukup besar.
OJK mengarahkan perhatian pada kelompok ini agar peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan dapat berjalan lebih luas. Dalam penyampaiannya, Kiki juga meminta peran kepala daerah dan pihak-pihak yang hadir dalam acara Hari Indonesia Menabung untuk ikut memperkuat upaya tersebut.
Target inklusi keuangan sebesar 98 persen pada 2045 menjadi sasaran jangka panjang OJK. Sementara itu, data SNLIK 2026 menunjukkan masih adanya ruang peningkatan, terutama pada pelajar dan mahasiswa yang capaian literasi maupun inklusinya belum menyamai tingkat nasional.
Sumber: ANTARA News – Finansial

















