Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada perdagangan Selasa. Rupiah turun 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp18.140 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp18.135 per dolar AS.
Pergerakan mata uang nasional tersebut berlangsung ketika pasar mencermati perkembangan geopolitik yang beragam di Timur Tengah. Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif karena terdapat laporan mengenai potensi aksi militer AS terhadap Iran, bersamaan dengan upaya diplomatik untuk mendorong perdamaian di kawasan.
Ketegangan geopolitik menjadi perhatian pasar
Lukman menyampaikan, ketidakpastian dari perkembangan di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen terhadap rupiah. Ia menyebut potensi serangan AS terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan sebagai salah satu skenario yang diperhatikan pasar.
Di sisi lain, jalur diplomatik juga tetap berjalan. Mengutip Anadolu, pertemuan empat pihak yang melibatkan delegasi Turkiye, Arab Saudi, Pakistan, dan Iran dimulai di Teheran pada Senin, 26 Oktober. Pertemuan itu membahas keamanan regional, aktivitas Israel di kawasan, serta perkembangan situasi di Palestina dan Lebanon.
Presiden Iran Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut menghadiri pertemuan tersebut. Turkiye diwakili Direktur Organisasi Intelijen Nasional Ibrahim Kalin, Arab Saudi oleh Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman, sedangkan Pakistan diwakili Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir.
Laporan potensi operasi militer AS
Selain informasi mengenai pertemuan diplomatik, laporan Xinhua menyebut Pentagon bersiap meluncurkan operasi militer baru yang berpotensi berskala besar terhadap Iran. Operasi itu disebut dapat dimulai dalam waktu 96 jam setelah menerima perintah dari Presiden AS Donald Trump.
Menurut laporan tersebut, pasukan yang dinilai memadai telah dikerahkan di Timur Tengah untuk menjalankan potensi serangan. Sejumlah pejabat AS juga meyakini perintah dari Trump dapat dikeluarkan kapan saja sebelum akhir tahun, dengan kemungkinan terbesar setelah pemilihan umum paruh waktu AS.
Cakupan operasi yang dilaporkan diperkirakan lebih luas daripada serangan terbatas untuk mempertahankan kondisi yang ada. Sasaran yang disebut mencakup radar, peluncur, dan aset Iran lainnya yang dinilai dapat dipulihkan dengan cepat.
Arus dana asing turut menekan rupiah
Dari sisi domestik, Lukman menilai arus keluar dana asing di pasar saham Indonesia masih menjadi faktor yang membebani rupiah. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap mata uang nasional ketika pelaku pasar juga merespons perkembangan eksternal, khususnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS. Proyeksi itu menunjukkan ruang pergerakan yang fluktuatif sepanjang perdagangan, seiring pasar menilai perkembangan diplomatik dan potensi eskalasi militer di kawasan.
Sumber: ANTARA News – Terkini
