Surabaya, INFOJAWATIMUR.COM –
Tradisi tingkeban atau mitoni sebagai warisan budaya Jawa masih terus lestari di tengah kehidupan masyarakat. Nilai-nilai luhur tersebut tercermin dalam tasyakuran kehamilan tujuh bulan yang digelar pasangan Osmar Yusuf Manurung dan Adelia Bunga Armadani di kawasan Sidoyoso, Surabaya, Selasa (14/7/2026).
Prosesi yang berlangsung khidmat ini menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas amanah kehamilan yang telah memasuki usia tujuh bulan. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya leluhur, tingkeban juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarkeluarga, kerabat, sahabat, dan masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi adat Jawa yang sarat makna dan filosofi. Berbagai prosesi yang menjadi bagian dari tradisi tingkeban melambangkan doa dan harapan agar ibu serta calon buah hati senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan saat persalinan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Usai prosesi adat, acara dilanjutkan dengan Walimatul Haml yang diisi pengajian bersama Jamaah Mahabatir Rosul Sidoyoso. Lantunan ayat suci Al-Qur’an, salawat, serta doa bersama menambah kekhusyukan suasana, seraya memohon kepada Allah SWT agar ibu dan calon bayi senantiasa berada dalam lindungan-Nya, diberikan kesehatan, serta kelancaran hingga tiba waktu persalinan.
Perpaduan antara tradisi adat Jawa dan nilai-nilai keislaman tersebut menjadi gambaran bahwa kearifan budaya lokal dapat berjalan selaras dengan ajaran agama. Tingkeban tidak hanya dimaknai sebagai seremoni adat, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat rasa syukur, mempererat kebersamaan, serta melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Prosesi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran keluarga besar, kerabat, sahabat, dan para tamu undangan semakin menambah kekhidmatan acara yang dipenuhi doa serta harapan baik bagi calon ibu maupun buah hati yang tengah dinantikan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kehamilan yang kini memasuki usia tujuh bulan. Melalui rangkaian tingkeban dan Walimatul Haml ini, kami memohon doa dari keluarga, kerabat, dan para tamu agar saya bersama calon buah hati senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran hingga proses persalinan nanti. Semoga anak kami kelak menjadi pribadi yang saleh atau salehah, berbakti kepada orang tua, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” ujar Adelia Bunga Armadani.
Penampilan Adelia Bunga Armadani dalam balutan busana adat Jawa turut memperkuat nuansa sakral dan anggun dalam prosesi tingkeban. Keseluruhan rangkaian acara mendapat dukungan tata rias dan busana dari Griya Rias Surabaya, yang beralamat di Jalan Tambak Dalam Baru Barat I Nomor 65, Surabaya, sehingga semakin mempertegas keindahan tradisi yang tetap terjaga.
Di tengah derasnya arus modernisasi, pelaksanaan tingkeban menjadi bukti bahwa tradisi leluhur masih memiliki tempat di hati masyarakat. Nilai-nilai syukur, doa, gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap kehidupan yang terkandung di dalamnya menjadi warisan budaya yang patut dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.
