Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menguat pada pembukaan perdagangan Rabu di tengah sikap pelaku pasar yang menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Perhatian investor tertuju pada keputusan bank sentral mengenai arah suku bunga acuan.
IHSG dibuka naik 20,91 poin atau 0,33 persen ke level 6.297,95. Penguatan juga terlihat pada kelompok 45 saham unggulan yang tercermin dalam Indeks LQ45. Indeks tersebut bertambah 1,56 poin atau 0,25 persen menjadi 627,17.
Pasar menanti keputusan Bank Indonesia
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu, menyebut pergerakan IHSG diperkirakan menguji level 6.186-6.200 pada perdagangan hari itu.
Dari sisi domestik, pasar menantikan hasil RDG Bank Indonesia. Berdasarkan kajian tersebut, BI diperkirakan masih mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen.
Ekspektasi itu muncul setelah memperhatikan kondisi selisih suku bunga antara BI Rate dan Federal Funds Rate (FFR). Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen. Dengan perubahan tersebut, selisih antara BI Rate dan FFR menjadi 1,75 persen, menyempit dari posisi sebelumnya sebesar 2 persen.
Selisih suku bunga dinilai masih menarik
Meski mengalami penyempitan, selisih suku bunga saat ini masih lebih lebar dibandingkan rata-rata dalam tiga tahun terakhir yang berada pada kisaran 0,75-1,25 persen.
Ratna menilai pelebaran selisih suku bunga pada tahun berjalan ditujukan untuk memberikan perbedaan imbal hasil yang cukup menarik bagi investor asing. Kondisi itu diharapkan dapat membantu memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Dengan pertimbangan tersebut, Bank Indonesia diperkirakan baru akan kembali menaikkan BI Rate jika rupiah terus melemah atau The Fed melanjutkan tren kenaikan suku bunga.
Ruang kebijakan untuk mendukung ekonomi
Selain menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia juga diperkirakan berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, bank sentral dinilai tidak akan menaikkan suku bunga secara agresif kecuali rupiah mengalami pelemahan dengan cepat atau inflasi berada di atas target Bank Indonesia.
Perkembangan keputusan RDG BI menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar dalam melihat arah perdagangan saham selanjutnya. Pada awal perdagangan Rabu, respons pasar tercermin dari penguatan IHSG dan Indeks LQ45, meskipun investor masih menunggu kepastian kebijakan suku bunga bank sentral.
Sumber: ANTARA News – Terkini
