Indonesia Bakal Punya Rel Kereta 10 Ribu KM! Menhub Dudy Bocorkan Rencananya ke Presiden Prabowo

Jakarta, INFOJAWATIMUR.COM – Pernah bayangkan naik kereta api melintasi jalur baru yang menghubungkan berbagai pelosok nusantara dengan lancar? Kabar baiknya, impian itu sedang digodok serius oleh pemerintah!

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi baru saja menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka untuk mematangkan megaproyek transportasi massal. Nggak tanggung-tanggung, pemerintah membidik target pembangunan jaringan rel kereta api nasional hingga tembus 10.524 kilometer.

Kalau dibandingkan dengan kondisi sekarang yang baru menyentuh angka 6.927 kilometer, artinya bakal ada ribuan kilometer rel baru yang dibangun di Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua!

Sektor transportasi berbasis rel di Indonesia bersiap menghadapi lompatan besar. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, secara resmi melaporkan rencana strategis percepatan pembangunan infrastruktur perkeretaapian nasional langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas di Istana Merdeka. Langkah ini diambil guna memperkuat konektivitas antarwilayah, memangkas biaya logistik, sekaligus menstimulasi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata.

Dalam pertemuan strategis tersebut, Kemenhub memaparkan target ambisius untuk memperluas jaringan rel kereta api aktif di tanah air menjadi 10.524 kilometer. Saat ini, panjang rel yang beroperasi di Indonesia baru mencakup sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

Akselerasi ini dipicu oleh lonjakan signifikan minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta. Data Kemenhub mencatat adanya pertumbuhan penumpang sebesar 8,8%, meningkat dari 500,5 juta orang pada tahun 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang pada tahun 2025.

Menhub menegaskan bahwa proyek raksasa ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang memandang sistem perkeretaapian modern sebagai fondasi penting bagi kemajuan sebuah negara. Infrastruktur baru ini nantinya tidak hanya difokuskan pada angkutan penumpang perkotaan, tetapi juga jalur logistik komoditas untuk menekan inefisiensi distribusi barang di Indonesia.

Need Help? Chat with us
Exit mobile version