Kisah Inspiratif Para Ibu dalam Kupang Bawa Cinta Nusantara Terus Bertambah Bersama BRI

0
40
Kisah Inspiratif Para Ibu di Kupang Bawa Cinta Nusantara Terus Bertambah Bersama BRI

INFOJAWATIMUR.com KKN dalam Kupang, memproduksi mata Annisa Nur Aini terbuka dengan peluang di tempat sedang kenyataan yang mana menyedihkan. Ia menggambarkan kemungkinan yang ada pada berada dalam keterbatasan akses para perajin tenun di area wilayah yang dimaksud sebagai semacam permata yang tersembunyi.

“Saat saya masih peserta didik dalam UNS, ketika menjalani KKN di tempat Kupang, saya menyaksikan para perajin, teristimewa para mama, yang mana gigih menciptakan berbagai karya seni dari tenun tradisional. Namun, sayangnya, karya-karya mereka kurang mendapatkan apresiasi yang dimaksud seharusnya akibat minimnya upaya pemasaran,” ungkap Nisa, pada percakapannya dengan Suara.com pada akhir November yang lalu.

Ditekan oleh krisis perekonomian dan juga minimnya pendapatan dari transaksi jual beli tenun tradisional warisan nenek moyang, para mama yang disebutkan terpaksa meninggalkan keluarga dia lalu menjelma menjadi pekerja migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di dalam luar negeri.

“Sebagai TKW, merekan terpaksa meninggalkan buah hati mereka. Mereka, dengan terpaksa, harus menitipkan anak-anaknya ke pangkuan nenek atau kerabat dekat mereka,” terang Nisa.

Nisa menyoroti bahwa keberadaan seseorang ibu mempunyai peran penting yang setara dengan fase emas di perkembangan orang anak. Seperti permata yang berharga, periode ini menjadi rentang usia yang mana sangat signifikan bagi peningkatan anak. Pendidikan dan juga perhatian selama masa emas yang disebutkan menjadi penentu utama untuk tahapan perkembangan anak selanjutnya, yang digunakan berlangsung mulai dari usia 0 hingga 6 tahun.

Dengan semangat luar biasa untuk memberikan dukungan untuk para ibu serta keluarga mereka, Nisa menggebrak dengan mendirikan Cinta Nusantara, sebuah wadah kreativitas yang dimaksud tak hanya sekali menjadi benteng bagi para ibu di area Kupang, melainkan menjadi obor penerang yang dimaksud mampu memberikan penghasilan yang dimaksud luar biasa. Visinya adalah agar para ibu tidaklah lagi terpaksa berpisah dari keluarga mereka itu demi sekadar meraih keuntungan finansial.

“Tidak hanya sekali memberdayakan dalam Kupang, ketika saya kembali ke Jogja pada masa pandemi Virus Corona kemarin, saya menyaksikan sejumlah orang kesulitan ekonomi,” ungkapnya.

Nisa kemudian menjadikan Cinta Nusantara sebagai lebih besar dari sekadar Usaha Mikro, Kecil, dan juga Menengah (UMKM) yang tersebut berfokus pada keuntungan belaka. Ia menjadikan wadahnya sebagai media penunjang bagi para pelaku UMKM lokal.

Seperti matahari yang dimaksud menjelajahi cakrawala, pemasaran dari Cinta Nusantara pada saat ini tidaklah lagi terpaku pada wilayah pada negeri saja. Bahkan, merekan berada dalam berupaya keras untuk menggenggam potensi dalam pangsa internasional dengan melakukan penyesuaian standar yang dimaksud optimal.

Para mama dengan syarat Kupang berada dalam menyebabkan tenun tradisional untuk dipasarkan Cinta Nusantara [Suara/Hadi-Ist/Cinta Nusantara]
Para mama jika Kupang berada dalam menciptakan tenun tradisional untuk dipasarkan Cinta Nusantara [Suara/Hadi-Ist/Cinta Nusantara]

Sebagai orang mahasiswi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Nisa menegaskan bahwa fokus utama Cinta Nusantara hingga ketika ini adalah mengulurkan tangan untuk mengupayakan pemasaran bagi pelaku usaha yang beroperasi di skala mikro serta kecil. Ia melakukan hal ini dengan penuh kesadaran, menyadari bahwa banyak pelaku perniagaan yang miliki prospek luar biasa, namun terhambat oleh kendala pemasaran lalu promosi.

“Hingga kini, kami terus berupaya menggaet barang karya para ibu pada Kupang. Sayangnya, mengingat terbatasnya sumber daya finansial, kami berupaya semaksimal kemungkinan besar untuk mengirimkan barang ketika ada pesanan, sehingga biaya pengiriman dari Kupang dapat ditekan,” ujarnya.

Merintis perjalanan sejak tahun 2021, Nisa berharap Cinta Nusantara dapat terus bertambah serta berkembang, meraih keuntungan yang tersebut cukup untuk mengakhiri ketergantungan pada sponsor demi membantu para pelaku bidang usaha lokal.

“(Cinta Nusantara) ke depan tidaklah hanya saja terbatas pada aspek kegiatan bisnis semata. Saya berharap kita dapat memberikan dukungan pada berbagai sektor, termasuk memperbaiki ketersediaan akses terhadap layanan kemampuan fisik lalu sekolah dasar dalam sana (Flores -red),” ujarnya.

Kesempatan Datang

Cinta Nusantara tampaknya akan segera memasuki fase perkembangan yang tersebut lebih tinggi tinggi, seperti bayangan waktu yang tersebut mendekati. Hal ini sebab bisnis yang mana dimiliki oleh Nisa telah terjadi menarik perhatian desainer muda terkenal, Lanny Amborowati, untuk menjalin kolaborasi.

Lanny Amborowati, yang terkenal dengan inisiatif kreatifnya, secara rutin mengatur acara untuk memamerkan karya seninya di area lokasi-lokasi yang dimaksud tak lazim. Ia juga merupakan salah satu desainer yang tersebut turut hadir pada Festival Indonesia Night dalam Korea Selatan pada tahun 2019.

Terinspirasi oleh tokoh-tokoh inspiratif seperti Lanny, semangat untuk mengalami perkembangan menjadi alasan bagi Nisa untuk bergabung sebagai kontestan BRIncubator 2022 juga BRILianpeneur 2023.

“Kami baru bergabung BRILianpreneur tahun ini. Saya berharap, dengan materi yang digunakan sangat bermanfaat lalu dukungan dari mentor-mentor yang digunakan sangat berpengalaman, kami dapat mengoptimalkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ungkap Nisa.

Lebih jauh, ia berharap senantiasa mendapatkan akses informasi untuk berbagai pameran UMKM persembahan dari BRI.

“Kami berharap mampu turut dan juga hadir,” tambahnya sambil tersenyum penuh semangat.

Cinta Nusantara, diakui oleh Nisa, terus dihantam berbaga kendala selama ini, mulai dari keterbatasan sumber daya keuangan hingga sulitnya menemukan perajin yang mana dapat berkolaborasi dengan pelaku bisnis lainnya. Namun demikian, Nisa menegaskan, dirinya tak akan berhenti juga memilih untuk terus menunjukkan bukti bahwa usaha yang ia rawat sejak nol itu tidaklah belaka mampu mandiri melainkan juga membantu sejumlah orang.

“Semoga Cinta Nusantara tak hanya sekali dikenal di area Indonesia, tetapi juga pada kancah internasional. Dengan demikian, kemampuan kami untuk menyokong pelaku perniagaan lokal dapat semakin meluas,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here