Mengenal Bisnis Agregasi, Model Usaha yang Diyakini Mampu Pesatkan Pertumbuhan Industri Kriya

0
39
Mengenal Bisnis Agregasi, Model Usaha yang digunakan Diyakini Mampu Pesatkan Pertumbuhan Industri Kriya
INFOJAWATIMUR.com – Kementerian Koperasi lalu UKM (KemenKopUKM) mengandalkan model industri agregasi untuk mengembangkan sektor wastra lalu kriya yang dikembangkan untuk mengakselerasi ekspor dua item tersebut.”Selama dua tahun sinergi dengan berbagai pihak, kami mengawasi agregator punya peran yang sangat strategis di menjaga eksistensi dan juga keberlanjutan industri wastra maupun kriya pada Indonesia,” kata Menteri Koperasi juga UKM (MenKopUKM), Teten Masduki ketika membuka acara Cerita Nusantara: Unveiling the Story of Indonesia Artistry di tempat Jakarta, Selasa, (28/11/2023).

Teten menyebut, model perusahaan agregasi mempunyai beberapa keunggulan yang digunakan memberikan faedah besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, kemudian Menengah (UMKM). Dalam model ini, para pelaku UMKM dapat memperoleh transaksi pengetahuan, pengiriman teknologi, akses pembiayaan, dukungan pengelolaan usaha, lalu akses pasar.

Keuntungan ini berdampak pada penciptaan nilai baru, standarisasi kualitas produk, perencanaan pola produksi, peningkatan skala ekonomi, kemudian kepastian pasar. Teten berharap bahwa model usaha agregasi tiada hanya saja menciptakan kegiatan ekonomi baru, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan dan juga pelestarian warisan budaya Indonesia. Pada acara Cerita Nusantara, beberapa orang partisipan yang mana terlibat di model bidang usaha agregasi terlibat sebagai pelaku bisnis terkurasi kemudian agregator.

Menurut dia, ada peluang perkembangan signifikan pada model kegiatan bisnis agergasi pada sektor kriya. Pada 2021, total nilai ekspor untuk hasil kriya telah lama mencapai 1,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Tumbuhnya ekspor kriya turut mengupayakan kenaikan jumlah keseluruhan ekspor bidang kerajinan sebanyak 24,87 persen pada 2021. Hingga pada waktu ini, item kriya Indonesia telah terjadi menembus lebih lanjut 100 negara dalam dunia.

“Di luar negeri, produk-produk kriya Indonesia miliki reputasi barang dengan kualitas kerajinan yang luar biasa, misalnya berbagai bentuk turunan kerajinan kayu, rotan, juga anyaman dari substansi sintetis mupun material alami,” kata Teten, di keterangan resminya,

Suzana Teten Masduki mewakili Sektor Pendanaan Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional), sekaligus sebagai Ketua Panitia Cerita Nusantara: Unveiling the Story of Indonesia Artistry menambahkan, dengan model usaha agregasi serta terciptanya biosfer yang tersebut kuat akan membantu sejumlah perajin tetap memperlihatkan dapat memproduksi lalu memasarkan barangnya dengan standar kualitas yang tersebut baik.

Ekosistem yang mana kuat juga mampu memberi ruang bagi perajin untuk dapat beradaptasi mengikuti tren bursa hingga teknologi pemasaran terkini.

“Saya percaya, barang kerajinan kita memiliki kualitas yang dimaksud dapat dibanggakan, terbukti dengan cukup banyaknya item kita yang tersebut diterima pada bursa global. Kita semua harus merajut rasa optimisme bahwa hasil kerajinan nasional dapat bersaing baik pada di negeri maupun di area kancah internasional,” ungkap Suzana.

Dekranas, menurut Suzana, turut berperan pada memayungi lalu mengembangkan item kerajinan dan juga berupaya menyokong peningkatan hidup pelaku usahanya, yang sebagian besar merupakan kelompok bidang usaha kecil juga menengah (UKM). Terlebih, kerajinan merupakan salah satu subsektor bidang kreatif yang tersebut berciri khas Indonesia, mempunyai kearifan lokal, kemudian membantu bidang pariwisata.

“Dekranas mengemban tugas agar nilai seni budaya yang terkandung pada wujud barang kerajinan sebagai salah satu manifestasi kepribadian serta identitas bangsa, dapat dilestarikan serta dikembangkan lebih tinggi lanjut lagi. Dalam melaksanakan tugas juga fungsinya, Dekranas sebagai mitra Pemerintah, menggali, melindungi, melestarikan, membina, juga mengembangkan seni kerajinan berbasis warisan nilai budaya bangsa untuk kesejahteraan para perajin,” kata Suzana.

Cerita Nusantara, kata Suzana, merupakan apresiasi untuk para pelaku bisnis sektor kriya dan juga wastra yang mana telah terjadi menciptakan ekosistem, yang tersebut berupaya untuk terus-menerus mendongkrak kualitas usaha baik secara manajemen usaha maupun kualitas produk.

“Dengan kolaborasi yang digunakan dijalankan antara KemenKopUKM dengan Dekranas sama-sama OASE-KIM, diharapkan mampu menyokong perkembangan sistem ekologi pada bidang kerajinan menjadi lebih banyak maju lagi. Dengan mengonsolidasi sejumlah pihak pada Cerita Nusantara, sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan citra barang kerajinan hasil karya perajin, sehingga produknya dapat terus dikembangkan juga mampu bersaing di dalam lingkungan ekonomi lokal maupun global,” pungkas Suzana.

Sumber : suara.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here