INFOJAWATIMUR.COM-Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (20/6/2026). Ribuan ulama dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai penjuru tanah air berkumpul untuk menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026.
Agenda besar yang menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi setelah Muktamar ini dipandang sebagai momen krusial untuk menyelaraskan gerak organisasi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sinergi Ulama dan Umara
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang juga menjabat sebagai Ketua Organizing Committee Munas-Konbes NU 2026, memastikan seluruh persiapan teknis dan substansi telah dimatangkan. Ia memberikan bocoran penting terkait kehadiran kepala negara dalam rangkaian acara ini.
“Persiapan sudah terus dilakukan dengan matang. Insyaallah, Bapak Presiden akan hadir saat agenda penutupan nanti,” ujar Gus Ipul saat memantau kesiapan lokasi, Sabtu (20/6).
Rencananya, penutupan Munas-Konbes NU 2026 akan dilaksanakan di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Madura, pada Selasa (23/6/2026). Kehadiran Presiden diharapkan menjadi simbol penguatan sinergi antara ulama dan umara dalam membangun kemaslahatan bangsa.
Suara dari Akar Rumput: Harapan untuk NU
Bagi para peserta yang hadir, Munas-Konbes kali ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Kiai Haji Ahmad (52), salah satu peserta dari PWNU Jawa Tengah, mengungkapkan antusiasmenya.
“Forum di Ploso ini sangat strategis. Kami datang dengan harapan besar agar organisasi bisa merumuskan solusi atas problematika keagamaan yang semakin nyata di tengah masyarakat. Harapannya, hasil dari Munas-Konbes ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga Nahdliyin di tingkat bawah,” ungkapnya di sela-sela registrasi.
Senada dengan hal tersebut, peserta muda dari PWNU Sulawesi, Rizky (28), menyoroti pentingnya adaptasi digital.
“Sebagai bagian dari generasi muda, saya melihat Munas-Konbes kali ini sangat krusial dalam menentukan arah kebijakan ke depan. Saya berharap keputusan yang diambil nanti mencerminkan semangat NU yang tetap memegang teguh tradisi, namun tetap lincah merespons modernitas,” tambahnya.
Fokus Strategis: Muktamar dan Isu Keagamaan
Sebagai informasi, Munas-Konbes NU 2026 membagi persidangan ke dalam enam komisi strategis. Pembahasan utama meliputi penyusunan materi Muktamar ke-35, usulan lokasi pelaksanaan Muktamar mendatang, hingga berbagai isu keagamaan kontemporer (Bahtsul Masail).
Pihak penyelenggara pun telah menerjunkan sekitar 400 personel keamanan internal, termasuk 160 personel dari Pagar Nusa, untuk memastikan gelaran berjalan kondusif. Dengan skala yang masif, ajang ini ditegaskan sebagai pilar penting dalam memperkuat soliditas organisasi dan peran NU sebagai penjaga nilai keagamaan serta kebangsaan di Indonesia.
















