Bisnis  

Pelabuhan Batang dan PLTU Kampanyekan Keselamatan Pelayaran bagi Nelayan

Sosialisasi menekankan kesiapan awak, kelaikan kapal, keselamatan penumpang, serta kewaspadaan terhadap cuaca dan lingkungan.

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Batang, Jawa Tengah, bersama PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), pemilik PLTU Batang, menggelar sosialisasi dan kampanye keselamatan pelayaran. Kegiatan itu ditujukan kepada nelayan serta pengguna jasa perairan untuk mengurangi potensi risiko selama beraktivitas di laut.

Kegiatan tersebut berlangsung di Batang dan disampaikan oleh Kepala UPP Kelas III Batang Sugiyanto pada Selasa. Menurut dia, pemahaman mengenai alur pelayaran dan cara menangani potensi risiko menjadi hal penting untuk menekan kecelakaan di laut.

Sugiyanto menegaskan, keselamatan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab syahbandar atau UPP. Seluruh pihak yang beraktivitas di perairan, termasuk nelayan dan pengguna jasa, perlu berperan dalam menjaga keselamatan.

“Keselamatan tidak cukup hanya dipahami tetapi harus dilatih, dibiasakan dan dipraktikkan,” kata Sugiyanto.

Empat pilar keselamatan laut

Dalam kegiatan itu, Sugiyanto menjelaskan empat pilar utama keselamatan laut. Pilar tersebut mencakup kesiapan sumber daya manusia, kelaikan armada kapal, keselamatan penumpang, serta kewaspadaan terhadap cuaca dan lingkungan.

Ia menyampaikan bahwa nakhoda dan awak kapal perlu memastikan kompetensi serta kesiapan mereka sebelum berlayar. Di sisi lain, operator berkewajiban memastikan kapal dalam kondisi laik laut dan seluruh peralatan keselamatan dapat berfungsi dengan baik.

Penekanan pada aspek tersebut diarahkan agar kesiapan pelayaran tidak hanya bergantung pada pemahaman setelah sosialisasi. Menurut UPP Kelas III Batang, pengetahuan mengenai keselamatan perlu diterapkan dalam persiapan dan aktivitas pelayaran sehari-hari.

Sinergi pemerintah dan pengelola PLTU

External Relation Manager Bhimasena Power Indonesia Bagus Dona Doni mengatakan dukungan perusahaan terhadap kampanye itu merupakan bagian dari sinergi dengan pemerintah. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong keselamatan masyarakat yang menjalankan kegiatan di wilayah perairan.

Bagus menjelaskan, kegiatan operasional BPI sebagai Objek Vital Nasional mencakup wilayah daratan dan perairan. Karena itu, perusahaan berharap kegiatan tersebut dapat membangun pemahaman yang sama di antara seluruh pihak agar keselamatan tetap menjadi prioritas selama beraktivitas di laut.

Ia menyebut kerja sama pemerintah, aparat, pelaku usaha, operator pelayaran, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat budaya “safety first”. Dengan demikian, keselamatan tidak berhenti pada materi sosialisasi, melainkan berkembang menjadi kebiasaan bersama untuk menciptakan pelayaran yang aman dan tertib serta mendukung target zero accident di perairan Batang.

Penyerahan life jacket kepada nelayan

Sebagai bagian dari kegiatan, BPI menyerahkan life jacket kepada perwakilan sejumlah kelompok nelayan. Penerima bantuan tersebut ialah Rukun Nelayan Roban Timur, Rukun Nelayan Roban Barat, Rukun Nelayan Ujungnegoro, dan Rukun Nelayan Seturi.

Penyerahan perlengkapan itu menjadi dukungan terhadap penggunaan alat keselamatan dalam aktivitas melaut sehari-hari. Kampanye yang digelar UPP Kelas III Batang dan BPI menempatkan penggunaan perlengkapan keselamatan, kesiapan awak, kondisi kapal, serta kewaspadaan terhadap lingkungan sebagai bagian penting dari upaya mencegah risiko pelayaran di perairan Batang.

Sumber: ANTARA News – Bisnis

Home Trending Kontak
Exit mobile version