Akses wisata Gunung Bromo yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih ditutup sementara. Pembukaan kembali kawasan tersebut akan bergantung pada hasil pemantauan kondisi keamanan di lapangan.
Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan, rekomendasi pembukaan akses baru dapat diberikan apabila pemantauan tidak lagi menemukan titik api maupun asap di kawasan wisata tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Wahyu melalui keterangan pers yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu. Ia juga menjabat sebagai Komandan Korem 083/Baladhika Jaya.
Keamanan Menjadi Dasar Pembukaan
Menurut Wahyu, kegiatan pariwisata di Bromo diharapkan dapat kembali berlangsung. Namun, rencana tersebut harus didahului kajian dan kepastian bahwa area terdampak benar-benar aman bagi masyarakat.
Ia menyatakan kesiapannya memberikan rekomendasi kepada pihak terkait, termasuk Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Rekomendasi itu akan disusun berdasarkan kondisi faktual yang ditemukan dalam pemantauan di lapangan.
Wahyu menegaskan, penutupan sementara merupakan langkah perlindungan terhadap keselamatan dan keamanan masyarakat. Pemerintah, menurut dia, perlu memastikan status kawasan secara hati-hati sebelum menyatakan akses wisata dapat dibuka.
"Jangan sampai kita menyatakan aman, kemudian muncul titik api kembali," ujar Wahyu.
Sikap tersebut berkaitan dengan upaya menjaga keselamatan pengunjung sekaligus kredibilitas pemerintah dalam menangani dampak karhutla. Karena itu, pembukaan tidak hanya didasarkan pada harapan agar aktivitas pariwisata segera berjalan, tetapi juga pada hasil pemeriksaan kondisi terkini.
TNBTS Menunggu Rekomendasi Satgas
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi dari satuan tugas penanganan karhutla mengenai perkembangan terbaru di kawasan Bromo.
Informasi tersebut akan digunakan sebagai bahan untuk merekomendasikan pembukaan kawasan wisata. Dengan demikian, keputusan mengenai akses pengunjung akan mengikuti hasil pemantauan dan penilaian keamanan dari satuan tugas terkait.
Setelah rekomendasi keamanan diterima, Balai Besar TNBTS akan kembali melakukan pengecekan. Pemantauan itu tidak hanya menyangkut kondisi area, tetapi juga kesiapan sarana dan prasarana wisata di kawasan tersebut.
Langkah lanjutan tersebut diperlukan sebelum aktivitas wisata dipertimbangkan untuk kembali dibuka. Hingga proses pemantauan dan pengecekan selesai, akses ke kawasan Bromo yang terdampak karhutla tetap ditutup sementara.
Keputusan pembukaan nantinya akan ditentukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan, terutama ada atau tidaknya titik api dan asap, serta hasil pemeriksaan kesiapan fasilitas wisata.
Sumber: ANTARA News – Terkini
