Kementerian Kehutanan memastikan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Kebakaran tersebut berlangsung di wilayah Resor Kuala Penet sejak Jumat (21/8).
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan seluruh gajah sumatra di habitat alami maupun yang berada di Pusat Konservasi Gajah terpantau aman. Satwa-satwa tersebut tidak terdampak langsung oleh kebakaran.
Kondisi gajah terpantau aman
Berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok gajah liar berada di bagian utara taman nasional, jauh dari lokasi kebakaran. Sementara itu, gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah menempati area yang tidak terdampak api.
Meski api telah dipadamkan, petugas masih memantau pergerakan gajah dan kondisi kawasan. Pemantauan itu dilakukan untuk memastikan perlindungan terhadap satwa liar tetap berjalan serta mendeteksi kemungkinan perubahan kondisi di sekitar area terdampak.
Luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 673 hektare. Namun, Kemenhut menyatakan angka tersebut masih sementara dan akan diperbarui setelah verifikasi lapangan selesai dilakukan.
Pemadaman melibatkan 250 personel
Penanganan kebakaran melibatkan sekitar 250 personel gabungan. Mereka berasal dari Balai Taman Nasional Way Kambas, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, Kodam, Kodim Lampung Timur, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra kerja taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan, koperasi, serta Masyarakat Peduli Api.
Pengendalian di lokasi turut dipantau oleh Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Kapolres Lampung Timur, Dandim Lampung Timur, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Timur.
Proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Petugas menghadapi karakteristik lahan gambut, akses menuju lokasi yang sulit, dan sumber air yang berada cukup jauh dari titik kebakaran. Sebagian area bahkan hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki.
Pendinginan dan patroli dilanjutkan
Usai api dipadamkan, personel gabungan melakukan pendinginan serta pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. Langkah tersebut diperlukan karena lahan gambut membutuhkan kewaspadaan lebih untuk mencegah kebakaran berulang.
Sebagai tindak lanjut, Balai Taman Nasional Way Kambas akan meningkatkan intensitas patroli dan pengamanan kawasan. Koordinasi juga akan diperkuat bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra kerja taman nasional, dan masyarakat.
Kemenhut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan, mitra konservasi, dan masyarakat yang terlibat dalam pemadaman kebakaran. Kerja sama tersebut juga dinilai penting untuk menjaga keselamatan gajah sumatra dan satwa liar lain di kawasan taman nasional.
Sumber: ANTARA News – Terkini
