Bisnis  

BI Jatim Dorong LCT untuk Kurangi Risiko Kurs dan Perkuat Pasar Domestik

Skema transaksi mata uang lokal Indonesia telah mencakup kerja sama dengan enam negara dan dapat diakses melalui bank ACCD.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mendorong pelaku usaha memanfaatkan skema Local Currency Transaction (LCT) dalam transaksi perdagangan dan investasi internasional. Penggunaan mata uang lokal dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu sekaligus membantu memitigasi risiko nilai tukar.

Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ibrahim menyampaikan dorongan tersebut di Surabaya, Selasa. Menurut dia, pemanfaatan LCT diharapkan ikut menjaga stabilitas rupiah dan memperkuat ketahanan pasar keuangan domestik.

Skema LCT memungkinkan transaksi lintas negara dilakukan menggunakan mata uang lokal dari negara-negara yang bekerja sama. Dengan mekanisme itu, pelaku usaha memiliki alternatif dalam menjalankan kegiatan perdagangan dan investasi internasional, terutama untuk mengelola eksposur terhadap perubahan kurs.

Kerja sama LCT mencakup enam negara

Bank Indonesia mencatat kerja sama LCT Indonesia saat ini telah mencakup Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Pelaku usaha dapat menggunakan skema tersebut melalui bank yang berstatus Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).

Pemanfaatan LCT juga didukung layanan kepabeanan untuk kebutuhan perdagangan internasional. Selain akses melalui bank ACCD, BI Jawa Timur menyediakan ruang konsultasi bagi eksportir dan importir melalui Banking Consultation Desk. Layanan tersebut melibatkan sejumlah bank ACCD.

Melalui fasilitas konsultasi itu, pelaku usaha dapat memperoleh pemahaman mengenai aspek teknis penggunaan mata uang lokal serta layanan perbankan lain yang berkaitan dengan transaksi lintas negara. BI Jawa Timur juga menggelar sosialisasi LCT untuk memperluas pemahaman pelaku usaha terhadap skema tersebut.

Survei menjadi bahan asesmen ekonomi

Dalam rangka memantau kondisi perekonomian daerah, BI Jawa Timur bertemu dengan 200 responden untuk memperoleh gambaran mengenai situasi ekonomi dan perkembangan sektor riil terkini. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pengumpulan informasi langsung dari lapangan.

BI Jawa Timur melakukan 11 jenis survei untuk mendapatkan gambaran perkembangan sektor riil. Hasil survei digunakan sebagai salah satu bahan dalam asesmen perekonomian dan mendukung perumusan kebijakan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai data lapangan yang lengkap penting dalam pembahasan kebijakan ekonomi bersama Bank Indonesia. Ia menyebut data realisasi dari berbagai lembaga, yang diperkuat hasil survei dan liaison, dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai kondisi ekonomi Jawa Timur.

Menurut Emil, informasi yang lebih utuh tersebut membantu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif. Dengan demikian, dorongan pemanfaatan LCT berjalan bersamaan dengan penguatan basis data mengenai perkembangan ekonomi dan sektor riil di Jawa Timur.

Sumber: ANTARA Jatim – Ekonomi

Home Trending Kontak
Exit mobile version